Seabad Indonesia Menuju Kemiskinan

Posted on May 26, 2008. Filed under: News | Tags: |

Hingga saat ini, kemiskinan menjadi gambaran kehidupan sebagian masyarakat di dunia, khususnya di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Miskin dan kaya adalah persoalan abadi yang banyak diperdebatkan selama berabad-abad dan tak kunjung ada penyelesaiannya.

Di lihat dari sudut pandang ekonomi, kemiskinan memang selalu dikaitkan dengan masalah pendapatan. Max Nef et all mendefinisikan kemiskinan sebagai suatu kondisi dimana tidak terpenuhinya kebutuhan dasar atau esensial individu sebagai manusia. Sementara menurut Chambers (1983), kemiskinan terutama dipedesaan mempunyai lima karakteristik yang saling terkait yaitu kemiskinan material, kelemahan fisik, keterkucilan dan keterpencilan, kerentanan, dan ketidak berdayaan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk miskin Indonesia di tahun 2007 sebesar 37,17 juta orang atau 16,58 persen dari total penduduk Indonesia. Dengan demikian, Indonesia menempatkan diri sebagai salah satu negara miskin didunia. Prestasi minus yang membuahkan hasil berupa aliran dana segar dan memantapkan posisi Indonesia dalam daftar negara penghutang.

Pembangunan di Indonesia saat ini telah membawa banyak perubahan dalam berbagai aspek, baik di kawasan pedesaan maupun perkotaan. Perubahan yang tidak hanya terjadi di lingkungan fisik, tapi juga sistem nilai dalam tatanan kehidupan sosial bermasyarakat. Namun sayangnya perubahan yang diciptakan oleh pembangunan membawa dampak yang menyertainya, yang mengerikan dan kompleks, karena melahirkan keterbelakangan dan kemiskinan dalam masyarakat.

Apabila kita perhatikan, maka kemiskinan yang terjadi di Indonesia adalah bentuk kemiskinan struktural (buatan), karena sebenarnya secara alamiah Indonesia mempunyai potensi dan sumber daya yang cukup untuk tidak mengalami kemiskinan. Kemiskinan struktural adalah kemiskinan akibat dari super struktur yang membuat sebagian anggota atau kelompok masyarakat tertentu mendominasi sarana ekonomi, sosial, politik dan budaya. Baca selengkapnya disini

Make a Comment

Make a Comment: ( None so far )

blockquote and a tags work here.

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...